Headlines News :

    ........................................................................

    ........................................................................

    ........................................................................
    Tampilkan postingan dengan label Pandangan. Tampilkan semua postingan
    Tampilkan postingan dengan label Pandangan. Tampilkan semua postingan

    KONFLIK PETANI DENGAN PERHUTANI (STUDI KASUS DI DESA GENTENG KECAMATAN SUKASARI KABUPATEN SUMEDANG)


    *Andri Parangin-angin; Artikel penelitian Mmhasiswa Atropologi Fisip Unpad angkatan 2007

    ABSTRAK
    Penelitian ini mengenai konflik agraria yang terjadi antara petani dengan Perhutani di Desa Genteng. Dalam penelitian ini dijelaskan sejarah konflik dan proses perkembangan konflik serta faktor-faktor penyebab konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kehidupan masyarakat Desa Genteng dan bentuk-bentuk konflik yang ada di Desa Genteng. Metode penlitian ini adalah studi kasus yang menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan selama dua setengah bulan, yaitu mulai dari awal bulan Oktober sampai pada akhir bulan Desember. Lokasi penelitian terletak di Desa Genteng Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

    VERGADERING: RAPAT AKBAR ATAU RAPAT UMUM

    (Oleh: Anonim)

    Vergadering atau rapat akbar atau rapat umum tentu saja bukan kata baru. Tentu juga bukan tindakan baru. Bila ingat hari kebangkitan nasional setiap tanggal 20 Mei, betapa kita di ingatkan pada masa-masa kebangkitan kaum pergerakan Indonesia yang penuh gegap gempita dan sorak-sorai perjuagan. Berbagai organisasi modern dilahirkan; Boedi Oetomo, Sarekat Islam, ISDV dan lain-lain. Modern dalam artian kepemimpinan organisasi tak lagi di dasarkan atas kharisma dan aturan anutan pemimpin tertentu, tetapi pada cita-cita dan asas modern yang menjadi landasan gerak organisasi.

    Teori Nilai Kerja dan Pemujaan Komoditi

    Oleh: Coen Husain Pontoh

    ULASAN Marx tentang nilai-guna dan nilai-tukar, mengantarkannya pada pembahasan mengenai konsepsi tentang Nilai. Struktur pembahasannya adalah nilai-guna (use-value)? nilai (value)? nilai-tukar (exchange value).

    Memperjuangkan Hak-hak Rakyat Indonesia dalam Konteks Baru Perampasan Tanah untuk Kepentingan Energi dan Pangan

    *Erpan Faryadi

                  I.                    Pengantar
    Pelajaran apa yang dapat kita tarik bersama dari konflik agraria di Mesuji (Lampung dan Sumatera Selatan) dan Bima (Nusa Tenggara Barat) yang baru-baru ini terjadi? Pelanggaran hak asasi manusia yang begitu nyata. Ketidakadilan agraria yang sangat mencolok mata. Pembangunan yang terjadi dengan kasar menyingkirkan rakyat dari hak-hak atas tanah dan sumber penghidupannya yang lain. Inilah yang membuat rakyat petani di ketiga lokasi ini, memberanikan diri melakukan perlawanan untuk mempertahankan hak-haknya, meskipun berujung pada kematian.

    Sketsa Perkembangan Reforma Agraria dan Studi Agraria

    Sekelumit ‘Peta Navigasi’

    Mohamad Shohibuddin, mahasiswa doktoral di University of Amsterdam, Belanda.

    Pengantar
    BANYAK diskusi mengenai reforma agraria di tanah air, dalam kesan saya, kerap tidak jelas arahnya karena mereka yang berdebat sering membayangkan ‘titik koordinat’ berbeda saat sama-sama berbicara reforma agraria. Hal ini tak ubahnya seperti berdebat pada ‘arah mata angin’ yang sama tetapi dengan ‘level ketinggian’ yang berbeda, atau dengan ‘level ketinggian’ yang sama namun ‘arah mata angin’-nya berbeda. Akibatnya diskusi tidak berjalan produktif dan mencerahkan, dalam arti dapat mengantarkan pesertanya pada pemahaman yang lebih baik mengenai masalah reforma agraria—terlepas apapun sikap yang diambil masing-masing setelahnya.

    Tentang Pertanian Kolektif


    Sistem pertanian kolektif adalah pengelolaan proses produksi pertanian secara bersama-sama berdasarkan pengembangan tanah kecil sepetak-petak milik perseorangan menjadi milik kolektif. Karena terbukti pemilikan individual atas lahan sangat sempit disertai alat kerja masih tradisional hanya menghasilkan kemiskinan, bukan kesejahteraan sosial. Dua syarat di bangun pertanian kolektif adalah; bangkitnya bangkitnya kesadaran tinggi di kalangan tani penggarap dan sikap sukarela dalam melaksanakan pekerjaannya. Sistem pertanian kolektif menciptakan kebersamaan tani penggarap dan membangun solidaritas erat sesama kaum tani dalam perjuangan pembebasan kemiskinan. Sistem pertanian kolektif akan lebih bermanfaat di dalam meningkatkan kesejahteraan sosial kaum tani daripada pemilikan individu, karena mengandung kelebihan, seperti:

    Kaum Tani

    Oleh: Anonim


          A.   Landasan
    Bagi kaum sosialis ilmiah, perjuangan untuk mewujudkan sosialisme, mengandung pengertian bahwa terjadinya transformasi kepemilikan alat produksi ketangan masyarakat, membuat proletariat menjadi superior. Transformasi ke tangan proletariat tersebut adalah syarat, selain untuk mencapai kemakmuran, namun yang terpenting adalah menciptakan mewujudkan keadilan (menghilangkan penghisapan), kesetaraan (jenis kelamin, warna kulit, kebangsaan, agama dll), menghargai indivualitas, meningkatkan tenaga produktif manusia, solidaritas dan lain sebagainya, yang dihilangkan dalam masyarakat berkelas. Karena itulah, sehubungan dengan persoalan kepemilikan tanah oleh kaum tani, sosialis ilmiah tidak pernah menganjurkan untuk memuja-muja kepemilikan pribadi atas tanah.

    Strategi-strategi Perjuangan: Sentralisasi Gerakan Tani di Amerika Latin

    James Petras, 7 Juni 2005


    Selama lebih dari satu abad, para analisis baik dari sebelah kiri dan kanan memperkirakan hilangnya petani seturut perkembangan kapitalisme. Bahkan hingga kini, beberapa penulis kiri terkemuka seperti Eric Hobsbawn, menulis tentang kian berkurangnya jumlah petani berdasarkan kesimpulan yang ditarik dari data-data kuantitatif perkembangan jumlah penduduk.

    Korporatokrasi, Menyempurnakan Negara Sebagai Pengabdi Perusahaan

    Danial Indrakusuma


    Di semua tempat, apakah itu dalam kebudayaan popular, hingga sistim propaganda, terdapat tekanan terus menerus agar orang merasa bahwa dirinya tak bisa ditolong lagi, bahwa peran mereka hanyalah menyetujui segala keputusan dan melahapnya—Chomsky.
     
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. Reforma Agraria - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger